SPPN DKI JAKARTA
Blognya Sekolah Pertanian DKI Jakarta n Tempat Gaulnya Para Siswa dan Alumnus SPN (SPP - SPMA) DKI Jakarta di Dunia Maya

PERSAINGAN, TREN DAN STRATEGI BISNIS TANAMAN HIAS

Friday, July 02, 2010
Dalam kondisi saat ini iklim bisnis tanaman hias di Indonesia menjadi lesu, Hal ini di sebabkan oleh ulah spekulasi dari beberapa pemain tanaman hias yang menyebabkan terdongkraknya harga tanaman hias menjadi puluhan kali lipat bahkan ada yang menjadi ratusan kali lipat. Selain terdongkraknya harga tanaman hias jenis tertentu juga menyebabkan tumbuhnya nursery tanaman hias. Pertumbuhan nursery tanaman hias ini menurut  Kurniawan Junaedhie dalam artikelnya  mencapai 700%.

Kenaikan  harga dan banyaknya nurseri tanaman hias ini serta kondisi perekonomian di Indonesia yang kurang stabil menyebabkan turunnya permintaan pasar akan tanaman hias. Sepinya permintaan tanaman hias menyebabkan tereliminasinya nursery tanaman hias yang tumbuh pada era Anthurium. Hanya sebagian nursery yang memang serius di bisnis tanamn hias yang masih melanjutkan usahanya. Terlepas dari itu semua dalam bisnis tanaman hias ada beberapa strategi dari teori yang dikemukakan oleh beberapa pakar yang harus dikuasai bagi para pemain di bisnis tanaman hias untuk memenangkan pemasaran tanaman hias ini.

Salah satu teori Michael Porter untuk mampu memenangi persaingan, perusahaan harus memiliki minimal satu dari tiga strategi generik: menjadi pemimpin harga, membuat perbedaan, dan fokus mengincar pasar ceruk (niche market) tertentu. Lebih dari 20 tahun yang lalu (sekitar tahun 1980), Michael Porter, seorang guru besar manajemen di Harvard Business School mengeluarkan teori rantai nilai dalam bukunya yang berjudul “Strategi Persaingan”.

Teori ini menjelaskan bagaimana proses penciptaan nilai terjadi di dalam perusahaan melalui suatu aktivitas utama disertai aktivitas pendukung. Menurut Porter, secara umum aktivitas utama itu terdiri dari logistik ke dalam (inbound logistics), operasi dan produksi, logistik ke luar (outbound logistics) atau distribusi, pemasaran dan penjualan, serta layanan kepada pelanggan. Sedangkan aktivitas pendukung semua aktivitas utama di atas secara umum terdiri dari pengadaan (procurement), manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi (termasuk teknologi informasi), serta infrastruktur kantor yang terdiri dari keuangan, akuntansi, dan administrasi.

Michael Porter juga mengembangkan five forces analysis adalah kerangka untuk menganalisa industri dan pengembangan pada tahun 1979 , lima kekuatan itu adalah :

1. Persaingan/Rivalry. Organisasi Bisnis Tanaman Hias. Anda berada di dalam industri pelayanan yang penuh pemain. Tidak semua pemain adalah pesaing Anda, oleh karena itu Anda harus berhati hati menentukan siapa pesaing terdekat Anda, yang agak jauh, dan yang bukan pesaing Anda. Hal ini penting dilakukan karena Anda perlu memfokuskan strategi persaingan pada hal hal tertentu.

2. Pendatang Baru. Banyak pembuat keputusan yang terlena karena keberhasilannya (complacency) sehingga tidak memperhitungkan organisasi kecil yang sewaktu waktu dapat menjadi pesaing dan mencaplok pangsa pasar Anda. Anda harus mengenali siapa yang berpotensi menjadi pesaing Anda.

3. Kekuatan Pemasok. Kadang kala Anda "terjebak" menggunakan peralatan tertentu dimana pemasoknya memiliki kekuatan untuk mendikte Anda sehingga Anda tergantung kepada pemasok tersebut. Biasanya keadaan ini berlaku untuk barang barang yang hanya sedikit sekali mempunyai pesaing. Tetapi ada kalanya sebagai pelanggan anda memiliki kekuatan besar untuk mendikte pemasok. Keadaan ini terjadi karena Anda merupakan pemakai terbesar produk tersebut dan atau produk tersebut memiliki banyak pesaing. Sebagai pelanggan tentu Anda tidak perlu menekan pemasok Anda, sebaliknya Anda perlu melakukan kerja sama dengan pemasok sehingga mereka akan dapat mendukung pemasaran Anda.

4. Kekuatan Konsumen. Di dalam situasi persiangan yang hebat, dimana hampir di setiap area pemukiman terdapat fasilitas tanaman hias, maka kekuatan konsumen untuk memilih sangat besar. Mereka boleh datang ke kios Anda atau kios pesaing Anda. Masing masing kios tanaman hias memang cenderung memiliki pasar sasarannya, tetapi banyak konsumen tidak tergantung kepada kios tanaman hias.

5. Substitusi. Anda adalah pebisnis tanaman hias, yang bermain industri ini bukan hanya anda, seperti pebisnis individu yang memiliki tanaman hais dan yang lainya yang berhubungan dengan tanaman hias. Artinya pesaing yang Anda harus perhitungkan sebenarnya bukan hanya kios tanaman hias, seperti pebisnis individu dan yang lainya yang berhubungan dengan tanaman hias.

Menurut Kotler Studi manajemen pemasaran mengiktisarkan lima filosofi tentang bagaimana menjalankan praktek pemasaran. Ke lima filosofi tersebut, meliputi pemasaran yang berorientasi (1) produsen (2) produksi (3) penjual (4) pasar (5) pemasaran sosial. Pemasaran berorientasi pasar sebagai artikulasi dari konsep pemasaran yang kini banyak dianut perusahaan. Namun demikian, redefinisi konsep pemasaran masih terus berlangsung, sebagai upaya untuk mencari konsep yang sesuai dengan tuntutan lingkungan.

Selanjutnya Kotler menegaskan, perusahaan perlu melakukan penyesuaian praktek pemasaran dari transaksi marketing menuju relationship marketing. Pemasaran bukan suatu fungsi manajemen yang berdiri sendiri tetapi menjadi kegiatan dalam proses organisasi keseluruhan. 4-P yang merupakan taktik pemasaran bergeser menjadi 3-K ; Kreasi, Komunikasi, dan penghantar nilai ke Konsumen (creating, communicating and delivering nilai to customer).

3-K merupakan kelompok variabel yang dapat dikendalikan organisasi yang dimaksudkan untuk meliput sasaran sehingga dapat memuaskan sebaik mungkin para pelanggan di pasar itu. Kualitas pelayanan adalah senjata ampuh dalam keunggulan perusahaan, terutama perusahaan jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pangsa pasar adalah peningkatan kualitas pelayanan.

Kualitas pelayanan menjadi pemicu keberhasilan perusahaan pada segala lini. Kualitas pelayanan merupakan kewajiban bagi perusahaan, baik perusahaan manufaktur maupun (terutama) perusahaan jasa. Pakar pemasaran, menyatakan, apapun bisnis anda, pelayanan dapat memberikan sesuatu pembelajaran (Whatever your business, service have something to teach). Pelayanan merupakan kunci sukses, sehingga kualitas pelayanan harus menjadi fokus perhatian manajemen perusahaan ketika menjalankan bisnisnya.

Menurut Kotler, pelayanan yang berkualitas dan memuaskan pelanggan perlu dilakukan terus – menerus, meskipun pengaduan yang diterima relatif rendah. Sekitar 95% konsumen yang tidak puas memilih untuk tidak melakukan pengaduan, tetapi sebagian besar cukup menghentikan pembeliannya. Kualitas pelayanan dapat diukur dengan melihat tingkat kesenjangan antara harapan atau keinginan konsumen dengan persepsi mereka terhadap kinerja produk atau perusahaan yang diterima oleh konsumen yang dapat dijelaskan dalam skala service quality (SERVQUAL scale).

Penelitian menunjukkan bahwa SERVQUAL dapat menjadi alat yang efektif dan stabil untuk mengukur service quality melalui pemasaran. Ada lima dimensi yang digunakan oleh pelanggan untuk menilai kualitas pelayanan pada suatu industri yaitu :

1). Kehandalan (reliability) merupakan suatu kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan dengan akurat dan terpercaya, dimana kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yaitu ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa ada kesalahan.

2). Ketanggapan (responsiveness) merupakan suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat kepada pelanggan.

3). Jaminan / kepastian (assurance), yaitu pengetahuan dan keramahan karyawan serta kemampuan melaksanakan tugas secara spontan, yang dapat menjamin kinerja yang baik sehingga menimbulkan kepercayaan dan keyakinan pelanggan.

4). Empati (emphaty), yaitu memberikan perhatian yang bersifat individual atau pribadi kepada pelanggan dan berupaya untuk memahami keinginan konsumen.

5). Berwujud (tangibles), yaitu penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik yang dapat diandalkan, serta keadaan lingkungan sekitar sebagai bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa.

Ada beberapa definisi perilaku konsumen yang dikemukakan oleh para pakar, perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsikan dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.

Namun pakar lain lebih menekankan perilaku konsumen sebagai perilaku pembelian konsumen akhir, baik individu maupun rumah tangga yang membeli produk untuk konsumsi personal.

Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan, yaitu: 1), Perilaku konsumen menyoroti perilaku individu dan rumah tangga ; 2), Perilaku konsumen menyangkut suatu proses keputusan sebelum pembelian serta tindakan dalam memperoleh, memakai, mengkonsumsi dan menghabiskan produk yang bermacam-macam.

Untuk dapat memahami perilaku belanja dari konsumen, Kotler mengemukakan bahwa terdapat tiga tahapan yang harus dilalui, yaitu; 1), Aktivitas promosi dan dan stimulus lain ; 2), Karakteristik pembeli : 3), Respon dari pembeli.
Perilaku konsumen merupakan suatu tindakan nyata konsumen yang dipengaruhi oleh faktor-faktor kejiwaan dan faktor luar lainnya yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mempergunakan barang/jasa yang diinginkannya.
Perilaku konsumen suatu produk dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keyakinan konsumen terhadap produk yang bersangkutan, keyakinan terhadap referen serta pengalaman masa lalu konsumen.
Berkaitan dengan keinginan konsumen untuk membeli dikenal istilah minat beli. Minat beli merupakan bagian dari proses menuju ke arah tindakan pembelian yang dilakukan oleh seorang konsumen. Hal ini merupakan bagian dari kajian perilaku konsumen.
Keaneka ragaman hayati tanaman hias memiliki dimensi yang berbeda-beda, baik dari sisi bentuk, jenis warna dan keunikannya. Hal ini yang membuat para penggemar tanaman hias dan peminat pertanian rajin mengkoleksi tanaman untuk dijadikan sarana kepuasan dan kegemaran, namun dilain sisi harga tanaman hias ini menampilkan harga yang sangat tinggi yang tergantung dari keunikan tanaman itu.

Tanaman hias adalah kebutuhan jasmani, yang pemenuhannya setelah orang bisa memenuhi kebutuhan pokok sandang, pangan dan papan. Kebutuhan diluar kebutuhan pokok, adalah barang-barang yang memiliki sensitifitas yang tinggi. Suatu saat akan digemari dan harganya akan melambung karena permintaan menjadi banyak, disaat lain akan menurun tajam begitu permintaannya mandek.

Adanya trend tanaman yang berpola keindahan tertentu, akan memicu trend tanaman lain yang memiliki pola yang sama. Trend aglaonema, tanaman hias daun dengan pola daun beraneka ragam, kemudian memicu trend tanaman lain yang memiliki pola daun beraneka ragam seperti puring, kaladium, sampai anthurium.

Sangatlah sulit memprediksi, tanaman hias jenis apa yang akan menjadi trend atau mode di saat yang akan datang. Itulah mengapa, tiba-tiba ketika anthurium menjadi mode, harganya sangat melambung tinggi, karena saat itu tidak banyak petani yang memilikinya.
Sebelum 4 tahun yang lalu, anthurium Jemanii setinggi setengah meter mungkin harganya hanya puluhan ribu rupiah. Anthurium jenis ini adalah yang memiliki pertumbuhan cukup lambat, sehingga petani enggan memperbanyak karena tidak bisa secara instant memproduksi dalam jumlah banyak, sedang harganya rendah.
Sampai saat ini, apa yang akan menjadi trend di tahun 2010. Kita hanya bisa mengenali dari ciri-ciri utama tanaman yang suatu saat bisa menjadi trend. Walaupun tidak bisa memastikan kapan waktunya, cirinya yaitu ; tanaman yang dapat dirawat dengan mudah. Sebagian besar konsumen tanaman hias adalah kalangan yang awam terhadap pemeliharaan tanaman.
Lama direnungkan, tahun pun berlalu, harga tanaman tampaknya makin terdesak turun. Ada yang susah karena dulu membeli dengan harga mahal. Tapi ada juga yang girang karena berpendapat ini saat pas untuk membeli tanaman hias, terutama bagi yang selama ini “nyidam”.

Apa yang harus dilakukan. Belakangan ini, setelah melalui fase cooling down, tampaknya harga juga sudah terdesak jauh, melampaui harga normalnya. Sekaranglah saat yang tepat bagi pecinta tanaman menambah koleksinya. Kenapa?

Berkembangnya kegiatan usaha tanaman hias di Kota Depok dan beberapa kota-kota di Indonesia, berkaitan dengan nuansa kehidupan perkotaan yang semakin menyadari kebutuhan akan keasrian lingkungan di tengah padatnya penduduk dan keterbatasanan yang ada. Terutama kota depok merupakan kota yang sedang membangun. Pada kota dengan sifat seperti ini banyaknya pembangunan perumahan dan infrastruktur jalan umum membutuhkan juga tanaman hias sebagai elemen dalam perumahan dan jalur hijau.

Tanaman hias secara psikologis dapat memberikan keindahan dan kesegaran, sedangkan dari sisi ekologis tanaman mampu menekan tingginya polusi udara menjadi paru-paru kota yang menghasilkan oksigen dan menyerap gas beracun. Tanaman hias adalah salah satu pilihan penyaluran hobi yang digandrungi sebagian masyarakat akhir-akhir ini. Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan tanaman hias sudah tidak asing lagi untuk halaman depan maupun belakang rumah yang dilengkapi lagi dengan berbagai asesoris lainnya.

Kegandrungan akan tanaman hias ini telah menyebar hingga di pelosok pedesaan, saat ini animo masyarakat terlihat memelihara dan menghiasi halaman rumah mereka dengan aneka ragam jenis tanaman hias, dari bernilai harga murah meriah hingga relatif mahal.

Data menunjukkan bahwa dari berbagai macam pameran yang diikuti peserta, gairah konsumen makin meningkat. Contohnya pameran Flona yang setahun sekali diadakan di Lapangan banteng, selalu menjadi agenda tahunan karena di pameran tersebut, hasilnya selalu signifikan bertambah. Bahkan beberapa pameran di luar kota, juga menunjukkan gairah yang sama.

Pameran juga digunakan sebagai ajang edukasi pasar. Pada saat pameran, konsumen bisa bertemu dan berkomunikasi secara langsung dengan produsen. Komunikasi tidak hanya sebatas produk apa yang diperjual belikan, tetapi juga banyak pertanyaan menganai perawatan tanaman, serta tanya jawab tentang kesulitan-kesulitan yang dialami konsumen, sehingga menjadi ajang konsultasi konsumen kepada produsen.
Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Hias, 2008, kegiatan pameran diharapkan dapat memberi manfaat :
1. Peningkatan kompetensi institusi dan apresiasi pengguna terhadap lembaga       penelitian.
2. Penyebarluasan dan distribusi varietas baru tanaman hias
3. Peningkatan peluang investasi
4. Penyempurnaan program penelitian dan pengembangan tanaman hias dari hasil umpan balik dan evaluasi pencapaian hasil dan kinerja lembaga penelitian secara keseluruhan.

Pameran dapat menjadi ciri eksistensi sebuah perusahaan beserta produk-produknya. Perusahaan yang rutin mengikuti pameran, akan memiliki citra positif di kalangan konsumen. Pameran bukan hanya mengejar transaksi setinggi-tingginya. Tetapi, juga sangat mementingkan edukasi kepada masyarakat terhadap kecintaan pada tanaman hias. Sehingga dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat yang bertanya, mulai dari jenis dan nama tanaman hingga ke bagaimana cara pengembangbiakan, menanam, ataupun merawat tanaman.

Masyarakat diberikan penjelasan tentang tanaman hias dan keindahannya. Pameran perlu dilakukan karena peranan pameran sangat besar untuk membangkitkan antusiasme masyarakat. Sebagian besar orang menganggap belanja tanaman hias bukanlah kebutuhan mendesak. Jika membeli tanaman, kemudian dengan pengetahuan yang sangat terbatas, mencoba untuk merawat di rumah, dan berikutnya tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik, maka tentu konsumen tersebut akan merasa suka, bahkan mungkin pada masa berikutnya akan mencari jenis tersebut yang berharga lebih mahal. Pameran juga menjadi ajang komunikasi langsung antara produsen dengan konsumen.

Makin tinggi pengetahuan konsumen mengenai tanaman hias, tentu akan menambah kualitas pemeliharaan tanaman hias di tingkat konsumen, sehingga konsumen puas dengan tanaman hias, dan muara akhirnya tentu menambah jumlah kolektor yang selalu membeli tanaman hias. Perusahaan akan mendapat data secara langsung produk-produk apa yang disukai konsumen, sebaliknya konsumen juga bisa secara langsung menanyakan berbagai hal tentang produk.

Dalam kegiatan pameran ini ada dua pelaku yang penting yang mendominasi kegiatan, yaitu; supply urban farming dan buyer urban farming. Namun sesungguhnya urban farming mengandung arti yaitu suatu aktivitas pertanian yang dapat berupa kegiatan bertani, beternak, perikanan, kehutanan, yang berlokasi di dalam kota atau di pinggiran suatu kota.

Peran pertanian (urban farming) terhadap pertumbuhan dan perkembangan kota,
diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Meningkatkan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru, 2) Meningkatkan efisiensi biaya transportasi, 3), Penyediaan kebutuhan pangan bagi penduduk kota dan sekitarnya sehingga ketahanan pangan dapat berkelanjutan. 4) Peningkatan taraf hidup masyarakat, 5), Peningkatan pendapatan daerah kota dengan adanya diversifikasi dari kegiatan pertanian, diantaranya kegiatan wisata pertanian, kegiatan pengolahan hasil pertanian dan lain sebagainya.

Selain itu lesunya bisnis tanaman hias ini juga dapat disiasati oleh para pemilik nurseri dan para pelaku usaha di bisnis tanamn hias ini dengan menciptakan beberapa tren tanaman hias yang belum pernah di munculkan sebelumnya. Banyaknya Species tanaman hias yang memiliki varian yang berbeda jika didijadikan satu tanaman dengan cara di sambung (Kopulasi) akan menciptakan tren yang baru sehingga konsumen akan merasa senang karena bisa membeli beberapa jenis tanaman dalam satu pohon. Selain itu para pemain tanaman hias juga bisa membuat tanaman cepat besar dengan menyambungkan tanaman hias yang menjadi tren saat ini dengan tanaman yang batang bawahnya kurang menjual. Seperti tanaman Jalitri sebagai batang bawah dengan Star Jasmine sebagai batang atas seperti tren saat ini yang sedang berkembang di Kota Depok. Tren-tren lain juga dapat dikembangkan di kota-kota lain dengan kejelian para pelaku bisnis tanaman hias. Tren seperti ini juga pernah dilakukan oleh pelaku pebisnis tanaman hias di Jakarta tepatnya di daerah Meruya dengan menyambungkan tanaman Suru dengan Euphorbia yang ketika tahun 2006 menjadi tren. Hal tersebut menciptakan tanaman Euphorbia dengan bunga warna-warni dan sosok yang besar.

Melalui pendekatan pemikiran para para pakar diatas, pertanyaan tentang bagai mana strategi pemasaran tanaman hias saat ini, apa jenis tanaman hias yang lagi trend, bagaimana bentuk dan sistem strategi para pesaing saat ini dan bagaimana prilaku konsumen yang ada akan dapat diketahui.
Read On 0 comments

BUKA PUASA BERSAMA

Tuesday, September 01, 2009
Insya Allah kami Alumni SPP SPMA DKI Jakarta angk. 98 akan mengadakan Ifthor yang Insya Allah akan diadakan di Cipedak, di kediaman Bpk Ir pda tanggal 12 September 2009, bagi teman-teman alumni lain yang berminat harap menghubung Omen (081584624586), Ramli (081574252922,99847216), Adjir (081519835002,94737051). Mengingat kesibukan kami sehingg belum mengkonfirmasi alamat jelasnya maka alamat tempat di adakan Ifthor IKA SPP SPMA DKI Jakarta menyusul kemudian.
Read On 0 comments

JAMUR KUPING

Saturday, January 24, 2009
Perkembangan budidaya jamur kuping di Indonesia semakin pesat, sehingga saat ini budidaya jamur kuping sangat merebak di berbagai daerah. Hal ini dikarenakan jamur kuping merupakan jamur kosmopolitan atau dapat hidup dimana saja, mulai dari kawasan hutan pantai samapi dengan pegunungan tinggi dengan persyaratan tempatnya cukup lembab.

Disebut jamur kuping karena bentuk tubuh buahnya melebar seperti daun telinga manusia (kuping), dan dikenal juga ada empat jenis yaitu:
a. Auricularia auricula – Judae (tubuh buah lebar dan tebal)
b. Auricularia polytricha (tubuh buah kecil dan tebal)
c. Auricularia cornea (seperti Auricularia auricula)
d. Auricularia fuscosuccinea (seperti Auricularia polytricha)

Beberapa nama setempat/lokal jamur kuping yang sering didengar:
a. Indonesia : jamur kuping, supa lember (sunda), kuping lowo (Jawa), kuping tikus, dan lain-lain.
b. Cina/Taiwan/Vietnam: mouleh, Yung-ngo, Muk-ngo, Mu-er , Mo -er
c. Jepang: Kikurage, Mokurage, Senji, Arage.
d. Hongkong/Singapura: Mouleh, Jew's ear-fungi
e. Amerika Serikat: Tree-ear, Jew's ear-fungi, Gelatinous fungi.

Warna tubuh buah pada umumnya hitam atau coklat kehitaman akan tetapi adapula yang memiliki warna coklat tua. Yang paling memiliki nilai bisnis yang tinggi adalah warna coklat pada bagian atas tubuh buah dan warna hitam pada bagian bawah tubuh buah, serta ukuran tubuh buah kecil.

Siklus hidup jamur kuping seperti halnya jamur tiram maupun shiitake meliputi; tubuh buah sudah tua menghasilkan spora yang berbentuk kecil, ringan dan berjumlah banyak. Selanjutnya spora tersebut jatuh pada tempat yang sesuai dengan persyaratan hisupnya seperti kayu mati atau bahan berselulosa dan dalam kondisi lembab, maka spora tersebut akan berkecambah membentuk miselia dengan tingkatan:
a. Miselai primer yang tumbuh terus membanyak dan meluas.
b. Miselai sekunder yang membentuk primordial (penebalan miselia pada bagian permukaan miselia sekunder dengan diameter 0,1 cm).
c. Dari primordial akan tumbuh dan berbentuk kuncup tubuh buahpada tingkat awal yang semakin lama semakin membesar (3-5 hari)
d. Dari primordia tersebut akan tumbuh tubuh buah jamur berbentuk melebar, serta pada saat tua akan dipanen.

Jamur kuping merupakan salah satu konsumsi jamur yang memiliki sifat saat dikeringkan lama, kemudian direndam dengan air dalam waktu relatif singkat akan kembali seperti bentuk dan ukuran segarnya. Jamur kuping telah dijadikan sebagai bahan berbagai masakan seperti Sayur kimlo, nasi goreng jamur, tauco jamur, sukiyaki, dan bakmi jamur dengan rasa yang lezat dan tekstur lunak yang terasa segar dan kering.

Agrobisnis jamur memiliki prospek cerah untuk dikembangkan ke skala agroindustri dikarenakan agroindustri ini tidak menggunakan lahan yang tidak terlalu luas, bahan baku untuk penanaman jamur dalam bentuk limbah seperti serbuk gergaji, bekatul, serpihan kayu, waktu tanam dari bibit hingga pemanenean sangat singkat, harga jual jamur tinggi, dan aspek nilia gizi tinggi untuk kesehatan dan pengobatan. Selain aman dikonsumsi, bersifat non kolesterol, dan berkhasiat sebagai obat dan penawar racun yang dihasilkan dari lendir jamur kuping.

Budidaya Jamur Kuping

Budi daya jamur meliputi tahap proses pembuatan bibit dan proses produksi jamur. Budi daya jamur kuping dapat dilakukan dibatang-batang kayu dengan perlakuan tertentu agar tumbuh dengan baik. Perkembangan teknik budi daya jamur kuping dengan menggunakan serbuk kayu atau serbuk gergajian. Cara ini menguntungkan karena petani dapat menambahkan nutrisi kedalam media tanam sehingga pertumbuhan jamur menujadi optimal
Setelah menuyeleksi jamur yang akan dibudidayakan, langkah budi daya dimulai dengan pembuatan bibit jamur pada media tanam. Tahap berikutnya adalah pemeliharaan jamur selama proses budi daya, panen jamur, penanganan paspapanen dan pemasaran. Agar hasilnya maksimal, setiap tahapan harus dilakukan dengan bnaik termasuk penyiapan media tanam . Untuk media tanam bisa digunakan batangatau serbuk kayu.


Manfaat & Kandungan Jamur Kuping

Dari segi gastronomik ataupun organoleptik ( rasa, aroma dan penampilan), jamur kuping kurang menarik bila dihidangkan sebagai bahan makanan. Namun jamur kuping sudah dikenal dekat sebatai ahan makanan yang memiliki khasiat sebagai obat dan penawar racun.
Lendir yang dihasilkan jamur kuping selama dimasak dapat menjadi pengental. Lendir jamur kuping dapat menonaktifkan atau menetralkan kolesterol. Jamur kuping dapat dibedakan berdasarkan bentuk, ketebalan, dan warnanya. Jamur kuping ang mempunyai bentuk tubuh buah kecil (sering disebut jamur kuping tikus) digemari oleh konsumen karena waranya lebih muda, dan rasanya sesuai dengan selera. Jamur kuping yang tubuh buahnya melebar (jamur kuping gajah) rasanya sedikit kenyal atau alot sehingga kurang disenangi karena harus diiris kecil-kecil bila akan dimasak. Jamur kuping selain untuk ramuan makanan juga unuk pengobatan. Untuk mengurangi panas dalam, mengurangi rasa sakit pada kulit akibat luka bakar.

Kandungan nutrisi jamur kuping terdiri kadar air 89,1, protein 4,2, lemak 8,3, karbohidrat total 82,8, serat 19,8, abu 4,7 dan nilai energi 351. Jamur kuping dipanaskan, maka lendir yang dihasilkan oleh masyarakat dan tabib pengobatan memiliki khasiat:
• Penangkar / penon-aktif racun baik dalam bentuk racun nabati, racun residu pestisida, bakhan sampai ke racun berbentuk logam berat. Hampir semua ramuan masakan Cina, jamur kuping selalu ditambahkan untuk tujuan menonaktifkan racun yang terbawa dalam makanan.
• Kandungan senyawa dalam lendir jamur kuping, efektif untuk menghambat pertumbuhan carcinoma dan sarcoma (kanker) sampai 80 – 90%. Berfungsi juga untuk antikoagulan bahkan menghambat penggumpalan darah.
• Lendir jamur kuping dapat meghambat dan mencegah penggumpalan darah.
Manfaat jamur kuping untuk pengobatan penyakit antara lain:
• Darah tinggi/pembuluh darah mengeras akibat penggumpalan darah: 3 gram jamur kuping kering, rendam semalam dan buang airnya hingga tinggal jamur basah, tempatkan dalam rantang, tambahkan air bersih dikusus hingga lunak, tambahkan gula batu secukupnya dimakan secukupnya sehari sekali.
• Kurang darah dengan memasak jamur kuping 30 gram, ditambah 30 gram buah kurma, ditambah air bersih 5 gelas diminum dimasak sampai airnya tersisa 1 gelas. Hal diatas juga dapat diterapkan untk mengobati sakit wasir/ ambeian.
• Datang bulan tidak lancar dan memperlancar buang air besar. Jamur kuping dimasak bersama bahan-bahan lain seperti sayuran.
Masa Panen Jamur Kuping

Budidaya dengan log tanam asal serbuk gergajian kayu memerlukahnn waktu sekitar 3 bulan hingga panen, sementara dengan log tanam asal batang kau dapat lebih dari 5 bulan, tetapi hasil dari log kau cenderung digemari dengan harga lebih mahal. Masa panen untuk log tanam berbentuk ‘kantung lplastik' dapat mencapai 1 – 2 bulan terus menerus dengan intergval waktu 1 – 2 minggu hingga semua bagian dari log tanam ditumbuhi jamur. Sementara masa panen untuk log kayu umumnya lebih dari 4 bulan baru akan nampak, serta pertumbuhan ini akan terus menerus berlangsung sampai 3-4 bulan jika lingkungan log tanam dan tempatnya dipelihara diatur secara baik.
Aspek Pemasaran Jamur Kuping

Baik dalam keadaan segar (umumnya hasil panen dari alam) atau dalam keadaan kering (hasil budidaya) harga jamur kuping lebih mahal kalau dibandingkan dengan harga jamur lain seperti tiram maupun merang. Jenis jamur kuping yang paling banyak dijual dilingkungan toko boat cina atau shinshe yang memiliki bentuk kecil atau bertubuh buah tipis dalam keadaan kering, umumnya berasal dari Taiwan atau daratan Cina yang disebut Mouleh.

Secara umum, pangsa pasar di dunia, jamur kuping menduduki tempat paling bawah disamping jamur kancing, jamur shiitake, jamur merang dan sebagainya. Di Pangsa pasar Asia, terutama di kawasan Cina, Hongkong, Singapura, Malaysia dan sebagainya dimana penduduk etnis Cina banyak berdiam, pangsa pasar jamur kuping sangat tinggi terutama dalam bentuk kering.

Bahkan di Indonesia, dengan penduduk asal Cina cukup banyak, kebutuhan jamur kuping masih harus didatangkan dari RRC, Thailand , Vietnam dan sebagainya dalam bentuk kering. Serta yang masih segar, pada umumnya masih merupakan hasil alam pada permulaan musim hujan atau menjelang musim kemarau, karena pada musim tersebut, jamur kuping banyak didapatkan tumbuh pada batang kayu kering di hutan.
Read On 0 comments

JAMUR TIRAM

Saturday, January 24, 2009
Jamur tiram termasuk jamur kayu yang telah banyak dibudidayakan. Tudungnya berwarna hitam lembayung sampai kecoklatan. Bentuknya menyerupai kukit kerang dengan diameter 6-14 cm. Permukaan tudung licin dan mengkilap. Bilah berwarna puti krem atau putih gading. Susunan bilahnya agak rapat. Sewaktu mudah bilahnya berwarna puti, makin tua menjadi krem kekuninngan.
Batangnya lateral (terletak disamping tudung). Ukurannya sanat pendek sekitar 1-3 cm). Warnaya putih dengan permukaan halus. Daging buahnya berwarna krem pucat. Jamur ini hidup baik pada kisaran suhu tingga sekitar 25-30 °C.
Budidaya Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram dapat digunakan substrat selain kayu misalnnya serbuk gergaji, ampas tebu atau sekam. Hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jamur tiram adalah faktor ketinggian dan persnyarataan lingkungan, sumber bahab baku untuk substrat tanam dan sumber bibit.
Persiapan yang dilakukan meliputi tahap:
• Penyiapan bangunan. Bentuk dan ukuran bangunan disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk kebutuhan sekitar 500 – 1.000 buah log diperlukan bangunan dengan ukuran 6mx 4m x 4m. Bahan yang diperlukan berupa tiang, kaso dan sebagainya terbuat dari bambu atau kayu yang telah diawetkan.
• Pemeliharaan substart tanam harus memperhatikan faktor lingkungan. Selama pertumbuhan bibit (serat/miselia seperti benang kapas), temperatur diatur antara 28-30oC. Sementara untuk pertumbuhan tubuh buah jamur sampai panen, temperatur diatur antara 26-28oC. Selama pertumbuhan bibit dan pertumbuhan tubuh buah, kelembaban udara diatur sekitar 90% karena kalau kurnag maka substrat tanam akan mengering. Agar kelembababan terjamin, lantai ruangan sebaiknya disiram air bersih pada pagi dan sore hari.

Kehadiran jamur asing yang merugikan ditandai dengan tumbuhnya serat/miselia jamur berwarna, misalnya hitam, biru coklat kuning. Bila hal ini terjadi., segera jamur dipisahkan ke luar ruangan dan cepat dibakar.
Pertumbuhan tubuh buah awal umumnya ditandai dengan adanya bintik-0bintik serat berwarna putih yang main lama makin membesar dan setelah selang beberapa hari akan tumbuh jamur kecil. Bila kondisi sudah seperti ini, tutup kapad san leher pralon segera dipisahkan dari substrat tanam. Apabila substrat tanam dusah menghasilkan jamur sangat sedikit atau kecil-kecil, segera diganti secara keseluruhan dengan yang baru. Selang waktu antara penanaman pertama ke penanaman berikutnya misalnya 2–3 minggu digunakan untuk membersihkan ruangan, rak dan peralatan lainnya. Budi daya jamur tiram dapat dilakukan dalam bentuk gantung. Caranya substrat tanam diberi kayu atau bambu dibagian tenganhanya. kemudian digantungkan di tempat teduh.
Manfaat & Kandungan Jamur Tiram

Jamur ini terkenal dengan rasa lezat dan aromanya tajam seperti merica. kandungan gizinya tinggi: protein sekitar 10 – 30%, vitamin C36 –58 mg/100 gram (kondisi kering, vitamin B2 4.7 – 4.9 mg/100g. Menu masakan seperti nasi goreng jamur dan panggang jamur sering menggunakan bahan jamur tiram.
Jamur tiram selain dapat disayur, juga dapat diolah menjadi makanan lain misalnya kerupuk, keripik atau dengan nama lain tiram crip atau tiram chips. Jamur tiram juga populer sebagai masakah sup dan pepes.

Kandungan nutrisi jamur tiram tersusun atas kadar air 92,2%, lemak 1,1, Karbohidrat total 59,2, serat 12, abu 9,1 dan nilai energi 261.
Masa Panen Jamur Tiram
Jamur dipanen, bekas batang jamur dibersihkan dari substrat tanam karena kalu batang ini masih tersisi akan membusuk dan merugikan. Lembar kantong plastik diturunkan ke bawah agar jamur tumbuh lagi. Tergantung pada kandungan substrat tanam, bibit jamur, serta lingkungan selama pemeliharaa, pemanenan jamur dapat dilakukan antara 4 – 8 kali dan jumlah jamur yang dipanen permusim dapat mencapai 600 g, sedangkan berat substrat tanam adalah 1 kg. Dengan nilai REB (Rasio efisinensi biologi adalah 60. Semakin tinggi nilai REB, semakin baik budi daya jamur tersebut.
Aspek Pemasaran Jamur Tiram

Seringkali dipasarkan dalam bentuk awetan dalam kaleng. Jamur tiram belum ada yang diekspor utuh secara segar tetapi umumnyadalam bentuk olahan seperti chips atau crispy. Dipasar setempat, jamur tiram umum dijual tidak dalam bentuk kemasan, melainkan dalam takaran 100 g atau 1 kg. Jamur tiram yang telah berlendir dibagian luar tudungnya sebaiknya tidak dikonsumsi karena kemungkinan besar sudah mulai membusuk oleh bakteri pembusuk. Pangsa pasar untuk produk budi daya jamur tiram terbuka lebar, di samping kebutuhan konsumen setempat setiap hari.
Read On 0 comments

JENIS JAMUR

Saturday, January 24, 2009

JAMUR ATAU CENDAWAN EDIBLE

  1. Jamur tiram putih (Pleurotus Florida)
  2. Jamur tiram merah (Pleurotus Flatellatus)
  3. Jamur tiram coklat (Pleurotus Cycstidiosus)
  4. Jamur kuping (Auricularia Polytrica)
  5. Jamur shii take (Lentiunue Edodes)
Jamur edible merupakan jenis jamur yang memiliki rasa sangat enak dimakan dan banyak mengandung protein nabati dan zat zat yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia.


JAMUR ATAU CENDAWAN NON EDIBLE

  • Jamur ling-zhi (Ganoderma Applannatum)
Merupakan jenis jamur yang tidak enak di makan namun mempuynai khasiat untuk ramuan obat.
Di Indonesia di kenal jamur ling-zhi ( bahasa China berarti pohon kehidupan) atau jamur REISHI (bahasa Jepang berarti jamur spiritual, yang mendatangkan keberuntungan)


Pembuatan bibit

I. Kultur murni
a. Pembuatan media tanam
Media yang digunakan untuk menumbuhkan dan merawat kultur murni adalah
PDA (Potatto Dextrose Agar)
b. Pemilihan induk
c. Pengambilan dan penanaman eksplan
1. Kultur jaringan.
2. Kultur spora.
II. Bibit induk (F1)
III. Bibit media Sub kultur (F2)
IV. Bibit Semai (F3)

Read On 0 comments

SIGNIFIKAN PENINGKATAN PDB DARI TANAMAN HIAS

Thursday, June 12, 2008




Kontribusi PDB dari komoditas tanaman hias terhadap PDB hortikultura selama beberapa tahun terakhir menunjukkan rata-rata peningkatan yang signifikan, sehingga mengantarkan PDB hortikultura menempati urutan kedua setelah tanaman pangan. Nilai PDB tahun 2006 paling tinggi dari periode dua tahun sebelumnya, dengan nilai Rp. 5.719 miliar pada tahun tersebut atau meningkat lebih tinggi dari tahun 2005 dan 2004 yakni masing-masing Rp. 4.662 miliar dan Rp. 4.609 miliar bahkan tahun 2007 diprediksikan akan meningkat lebih besar lagi.
Rata-rata peningkatan PDB tersebut sekitar 11,91 persen, untuk buah-buahan meningkat 3,41 persen, sayuran 7,78 persen dan komoditi tanaman biofarmaka meningkat sebesar 147,14 persen.

Produksi tanaman hias utama tahun 2005 menurut sumber BPS untuk anggrek 7.902.403, anthurium 2.615.999, anyelir 2.216.123, gerbera 4.065.057, gladiol 14.512.619, heliconia 1.131.568, krisan 47.465.794, mawar 60.719.517 dan sedap malam 32.611.284. Sedangkan dracaena 1.131.621 batang, melati 22.552.537 kilogram dan palem 751.505 pohon. Sementara jumlah tenaga kerja yang terserap di komoditi ini terjadi peningkatan sekitar 9,92 persen dari 1.744 orang menjadi 1.917 orang dan tenaga kerja ini hanya yang terlibat langsung di “on farm” belum dalam kegiatan pendukung/penyedia jasa seperti pengumpul, packaging, pengolahan, pemasaran dan pelaku udaha lain seperti pedagang bunga di pinggir jalan dan lain-lain.

Meningkatnya produksi ini terkait dengan meningkatnya kegiatan usaha tanaman hias dan meningkatnya pendapatan konsumen dan kesadaran penduduk akan keindahan lingkungan serta pembangunan industri pariwisata serta perhotelan yang semakin menambah suplai tanaman hias di pasar domestik. Oleh karena itu, ke depan pengembangan usaha tanaman hisa diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani, menambah devisa negara melalui ekspor tanaman hias termasuk bunga potong dan membantu membuka lapangan kerja baru di tanah air.

Menurut Direktur Budidaya Tanaman Hias, Ir. Agus Wediyanto M.Sc, dukungan pemerintah terhadap pengembangan komoditi ini dalam rangka meningkatkan kontribusi ekonomi nasional adalah penyediaan teknologi inovatif. Selain teknologi inovatif yang diperlukan adalah penguatan kelembagaan dan peningkatan akses permodalan di kawasan sentra produksi untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional. Selain itu, penggalakkan ekspor juga diperlukan dalam upaya meningkatkan devisa dari komoditi ini. Sementara untuk mendorong peningkatan daya saing diperlukan pembenahan secara komprehensif berbagai segmen pengembangan usaha, termasuk segmen produksi, pasca panen, distribusi dan pemasaran bahkan regulasi perdagangan internasional dan tarif penerbangan internasional.

Sumber : Sinar Tani
Read On 3 comments

Tanaman Hias Menjanjikan Masa Depan Gemilang

Thursday, June 12, 2008

Tanaman hias kini cukup diminati masyarakat untuk dipelihara. Umumnya yang populer di masyarakat berkisar antara tanaman jenis anggrek dan bunga-bungaan lainnya. Selain lebih membutuhkan ruangan yang sedikit, pemeliharaannya pun relatif mudah. Bahkan, jika benar-benar serius digarap sebenarnya tanaman hias ini dapat dijadikan satu cara untuk melindungi flora asli Indonesia dan konservasi lingkungan secara berkelanjutan di masa mendatang. Selain itu, tanaman hias secara eknomi sangat menjanjikan masa depan gemilang.
Kekayaan flora Indonesia yang begitu melimpah sebenarnya tidak melulu mesti hidup dan berkembang di hutan-hutan lebat. Beberapa sudah ada yang dikembangkan dalam bentuk tanaman hias sehingga banyak masyarakat yang menaruh minat untuk memeliharanya. Namun, dibandingkan dari banyaknya jenis dan jumlah flora yang terdapat di Indonesia masih diperlukan sentuhan tangan-tangan ahli dan terampil untuk menyulapnya menjadi komoditas andalan bangsa.
Seperti telah diketahui bersama Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati. Sebagian dari kekayaan flora yang melimpah tersebut berpotensi sebagai tanaman hias. Dengan berbagai ragam keindahan dan keunikan, flora Indonesia mempunyai peluang untuk diberdayakan sebagai komoditas komersial yang penting dan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan petani tanaman hias dan devisa negara.
Hasil eksplorasi yang dilakukan berbagai pihak memberikan informasi bahwa beberapa jenis plasma nutfah yang dikoleksi mempunyai potensi untuk dijadikan tanaman hias. Beberapa suku dan marga tumbuhan asal hutan belantara Indonesia juga cukup indah sebagai tanaman hias pot dan sebagian telah dibudidayakan, namun belum dikembangkan lebih lanjut.
Penelitian plasma nutfah dalam beberapa tahun terakhir, telah berhasil mengumpulkan berbagai spesies atau kultivar yang sebagian telah dikarakterisasi. Jenis-jenis tersebut antara lain spesies atau kultivar dari famili Orchidaceae, Zingiberaceae, Araceae, Euphorbiaceae, Palmae, dan Oleaceae. Jenis-jenis tanaman hias asli Indonesia yang berpotensi nilai ekonomi tinggi cukup banyak, antara lain hasil-hasil silangan terseleksi pada anggrek dan Aglonema. Banyak spesies atau kultivar dari famili Zingiberaceae, Araceae, Orchidaceae, Palmae, Polypodiaceae, dan Pandanaceae mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pemberdayaan dan pemanfaatan serta pengembangan jenis tanaman hias terkoleksi perlu mempertimbangkan faktor internal dan eksternal terutama akses pasarnya. Kendala dalam agrobisnis tanaman hias antara lain adalah preferensi konsumen yang relatif cepat berubah. Oleh karena itu, terhadap tanaman hias terkoleksi perlu dipelajari dan diteliti potensi fungsi dan kegunaannya baik sebagai bunga potong, tanaman hias pot atau taman, ataupun sebagai daun potong dengan kriteria menurut selera pasar.
Sistem usaha tani tanaman hias yang dilakukan petani dan pengusaha berbeda-beda. Pada umumnya sering dilakukan jual-beli bibit atau tanaman dengan ukuran siap jual dari daerah sekitarnya atau dari pusat-pusat produsen dan perdagangan tanaman hias. Petani pengusaha setelah membeli tanaman hias tertentu kemudian memeliharanya sebelum dijual kepada konsumen. Pemeliharaan bersifat sementara untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi. Tanaman akan dilepas jika harga yang ditawarkan konsumen memberikan sedikit keuntungan. Dengan prinsip seperti itu, volume penjualan dapat meningkat, terutama untuk jenis-jenis tanaman hias taman.

Tak Ada Harga Standar
Tidak ada harga standar dalam perdagangan tanaman hias. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan pedagang dan pengusaha tanaman hias dalam menentukan nilai jual adalah frekuensi pembelian, jumlah pembelian dan subjektivitas pedagang terhadap status pembeli. Selain itu, harga dipengaruhi juga oleh jenis dan varietas, ukuran tanaman, umur tanaman, tingkat laju pertumbuhan, keindahan dan keunikan tanaman/bunga.
Selain itu, dasar pertimbangan lain adalah lamanya tanaman beredar di masyarakat, kelangkaan tanaman, kesehatan tanaman, dan lokasi penjualan, pengaruh hari-hari besar seperti Idul Fitri, Natal, Tahun Baru dan upacara adat, potensi pasar domestik dan luar negeri, serta kondisi perekonomian dan pembangunan secara global.
Permintaan jenis tanaman hias tidak menentu, sehingga ada kecenderungan petani pengusaha memiliki berbagai jenis tanaman. Kondisi demikian menyebabkan kurang terurusnya kesehatan tanaman karena setiap jenis tanaman memerlukan kondisi pemeliharaan yang berbeda. Masalah lain adalah adanya petani pengusaha tanaman hias yang bermodal cukup melakukan perbanyakan tanaman hias yang sedang trendy. Hal ini mengakibatkan volume tanaman di pasaran relatif banyak sehingga harga menurun dengan cepat serta menimbulkan kerugian bagi petani dan pengusaha kecil.
Untuk ekspor, masalah di pasar internasional adalah permintaan tanaman hias tertentu dalam volume yang cukup banyak dengan kualitas seragam dan dalam waktu relatif singkat. Permintaan biasanya hanya untuk beberapa kali pengiriman sehingga tidak dapat dipenuhi oleh pengusaha, karena kesulitan dalam sistem produksi. Misalnya permintaan tanaman kedondong laut, hanjuang, dan suji pachira oleh Korea, Jepang, Taiwan, Singapura, dan Amerika. Permintaan umumnya melalui perantara luar negeri atau bekerja sama dengan petani pengusaha tanaman hias dalam negeri. Hal ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat, sehingga menurunkan harga produk sampai di bawah biaya produksi, seperti yang terjadi pada produk ornamen suji di daerah Selabintana, Sukabumi pada 2-3 tahun terkahir ini.
Perkembangan usaha tanaman hias sangat terkait dengan kondisi perekonomian, terutama pembangunan pemukiman, gedung-gedung perkantoran, serta sektor pariwisata. Pusat informasi agrobisnis tanaman hias juga besar perannya sebagai acuan untuk perencanaan sistem produksi. Program aksi yang nyata antara pengusaha dan instansi pemerintah terkait untuk membicarakan dan merumuskan trend tanaman hias untuk beberapa tahun ke depan juga dapat memacu agrobisnis tanaman hias.
Untuk mengantisipasi kejenuhan jenis tanaman hias yang beredar di masyarakat dan untuk menambah keragaman tanaman hias, telah terpilih lima jenis tanaman hias tropis yang berpotensi sebagai bunga potong, yaitu Tapeinochilos anannasae, Calathea erotalivera, Costu "Eskimo Kiss", Costus sp. (braktea coklat kemerahan), dan Zingiber spectabile. Penciptaan jenis/variasi baru dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman, baik dengan teknik hibridisasi maupun mutasi.

Perdagangan Tanaman Hias
Tanaman hias merupakan salah satu potensi dan daya tarik bagi wilayah sekitar hutan kota, hal ini mengingat bahwa usaha dibidang tanaman hias merupakan salah satu mata pencaharian bagi sebagian masyarakat setempat. Berbagai macam tanaman hias seperti bonsai (berbagai spesies tumbuhan langka), anggrek, tanaman buah dan tanaman hias lain dengan berbagai macam bentuk dapat diperoleh disekitar hutan kota maupun di dalam hutan kota yang dikelola oleh Koperasi yang didirikan masyarakat sekitar dengan harga yang dapat dijangkau oleh pengunjung. Keanekaragaman tanaman hias yang dipasarkan tersebut secara nyata telah berdampak hadirnya suasana lingkungan yang semakin memiliki nilai keindahan yang unik dan menarik bagi para pengunjung yang berkunjung ke Hutan Kota Srengseng.
Krisis 1998 meyebabkan pasar tanaman hias mengalami kelesuan. Daya beli masyarakat melemah, sektor properti yang menjadi konsumen penting mengalami kebuntuan.
Berkembangnya usaha anggrek dalam negeri akan mampu meningkatkan pendapatan petani, memenuhi tuntutan keindahan lingkungan, menunjang pembangunan industri pariwisata, membuat komplek perumahan, perhotelan dan perkantoran bertambah asri. Pembangunan industri tanaman hias diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, menambah devisa dan membuka peluang tumbuhnya industri sarana produksi, produk sekunder dan jasa transportasi
Namun, perlahan-lahan pasca krisis 1998, pasar tanaman hias menggeliat kembali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini beberapa komoditas mengalami peningkatan signifikan. Selain anggrek, ada adenium, euphorbia, aglaonema dan anthurium. Gejala ini bisa dilihat di pameran-pameran flora yang diselenggarakan di Jakarta. Hampir di setiap stan tanaman hias menjadikan salah satu dari 5 tanaman itu sebagai main display.
Selain mengebunkan sendiri, tanaman hias itu diperoleh dari luar Jakarta dan luar negeri seperti Thailand dan Taiwan. Sesampainya disini, tanaman diperbanyak, disilangkan sehingga muncul berbagai variasi menarik.
Pasar tanaman hias di Indonesia terbagi menjadi 4 : tanaman indoor seperti aglaonema, tanaman hias untuk taman seperti palem, tanaman untuk rangkaian bunga seperti bunga potong dan tanaman outdoor lainya seperti bonsai dan kaktus. Konsumen bunga potong umumnya industri pernikahan, sedangkan tanaman hias berputar di industri properti (perumahan, perhotelan) serta hobiis dan kolektor.
Dari segi selera pasar, tanaman hias outdoor berharga lebih murah sehingga volume perdagangan lebih besar. Tanaman indoor volume lebih kecil, karena harganya lebih tinggi. Namun, tanaman indoor punya beberapa kelebihan. Jenis ini lebih tahan dipelihara, variasi lebih beragam serta berumur panjang sehingga sesungguhnya konsumen lebih berhemat. Saat ini tren masyarakat mengarah kebentuk tanaman hias kecil dan mudah dipindahkan. Adenium, euphorbia, dan aglaonema memenuhi syarat-syarat ini. Selain itu ada pola kelaziman, bahwa memasuki bulan–bulan perayaan tahun baru, natalan, lebaran, atau 17 Agustusan bisnis tanaman hias kembali marak.
Tanaman hias memiliki kisaran harga yang beragam. Mulai dari euporbia seharga Rp.15.000 hingga sepot aglaonema berharga ratusan juta. Segmen paling marak ada ditanaman kelas menengah, tanaman jenis ini memiliki harga antara Rp 15.000 - Rp 250.000. Penentuan harga ditentukan oleh tren yang berkembang. Semakin bersifat massal, harga akan semakin turun.
Secara global pasar tanaman hias terbagi 2, lokal dan luar negeri. Untuk pasar lokal, tanaman hias asal jakarta sudah merambah hingga daerah-daerah lain ; Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk pasar ekspor, komoditas plumeria dan sanseviera bisa merambah hingga Cina dan Jepang. Ke depannya potensi pasar tanaman hias masih sangat besar. Data dari Asosiasi Pengusaha dan Petani Flora Indonesia (ASPENI) menyebutkan Indonesia baru bisa meraih 1,5% dari total permintaan pasar Eropa yang berkisar US$ 60 milyar per tahun;  Malaysia dan Cina masing-masing 11% dan 60 %.
Selain penjualan, bisnis tanaman hias juga diramaikan dengan usaha penyewaan tanaman/rental. Konsumen yang disasar hotel, kantor, rumah sakit, restoran hingga pusat perbelanjaan. Satu tahun ini, bisnis rental memang agak lesu, imbas kenaikan BBM. Dapat dipahami, usaha ini berhubungan erat dengan urusan transportasi, sehingga urusan BBM sangat vital. Namun di luar hal itu, pasar masih terbuka lebar. Nyaris tidak ada gedung perkantoran yang tidak dihiasi tanaman hidup. Bahkan kini, pengusaha rental juga menyasar event dekorari seminar, pameran, dan perkawinan. Sistem penyewaan dilakukan dalam jangka waktu 1 minggu sampai dengan 1 bulan. Jenis yang disewakan paling banyak palem. Tarif rata-ratanya Rp 30.000 - Rp 100.000 per bulan per pohon, tergantung jenis dan ukuran.
Read On 0 comments

PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS: ANGGREK

Thursday, June 12, 2008


Produktivitas anggrek pada tahun 1989 adalah 2,39 tangkai/per tanaman dan tahun 2000 meningkat menjadi 3,43 tangkai per tanaman. Dibandingkan dengan produktivitas anggrek dari negara tetangga Thailand, rata-rata 10 – 12 tangkai/per tanaman, produktivitas nasional rata-rata hanya dapat mencapai 3 – 4 tangkai per tanaman. Bila potensi genetik anggrek dapat dicapai, maka peningkatan produksi secara perhitungan dapat mencapai 2-3 kali lipat produksi yang dicapai saat ini. Proyeksi produksi tahun 2010, produktivitas anggrek diharapkan mencapai 8-10 tangkai pertanaman.
Anggrek dapat dipasarkan dalam bentuk compot (Community Pot), tanaman individu/tanaman remaja, tanaman dewasa dan bunga potong. Pertanaman anggrek dapat dilakukan melalui tahapan (1) Protocorm like bodies sampai menjadi plantlet siap keluar dari botol waktu yang dibutuhkan ± 1 tahun, (2) Compot plantlet menjadiseedling dalam bentuk compot diperlukan waktu ± 6 bulan, (3) compot menjadiseedling dalam bentuk individu dibutuhkan waktu ± 6 bulan, (4) seedling individu menjadi tanaman remaja dibutuhkan waktu ± 6 bulan, dan (5) tanaman remaja menjadi dewasa dan siap berbunga ± 6 bulan.
 
Analisa usahatani untuk luasan 1000 m2, besar biaya untuk usaha compot setelah ditambahkan dengan bunga modal adalah sebesar Rp. 137,9 juta, untuk usaha tanaman individu/remaja sebesar Rp 84,5 juta, untuk usaha tanaman dewasa sebesar Rp 163,1 juta dan untuk industri bunga potong sebesar Rp 162,8 juta. Pada jenis usaha primer, bila dilihat dari sisi penerimaan, didapatkan produk anggrek dalam bentuk tanaman dewasa ádalah yang terbesar yaitu sekitar Rp 216 juta, kemudian diikuti oleh compot (Rp 194,4 juta), bunga potong (Rp 180,1 juta) dan tanaman individu/tanaman remaja (Rp 129,7 juta). R/C ratio yang didapatkan usaha tanaman individu dan remaja lebih menguntungkan dibandingkan produk lainnya, yang ditunjukkan oleh R/C ratio sebesar 1,53. R/C ratio sebesar 1,53 artinya setiap Rp 1,- yang dikeluarkan untuk pengusahaan anggrek dalam bentuk tanaman individu/remaja diperoleh keuntungan sebesar Rp 1,53,-.
Selera konsumen terhadap mutu bunga potong anggrek dipengaruhi dan ditentukan oleh produsen dan trend luar negeri. Pada saat ini anggrek yang dominan disukai masyarakat adalah jenis Dendrobium (34 %), diikuti oleh Oncidium Golden Shower (26 %), Cattleya(20 %) dan Vanda (17 %) serta anggrek lainnya (3 %). Pemilihan warna bunga anggrek yang dikonsumsi banyak dipengaruhi oleh maksud penggunaannya. Pada hari Natal warna bunga yang disukai didominasi oleh warna putih; pada hari Imlek disukai warna merah, pink dan ungu; untuk keperluan ulang tahun banyak digunakan warna lembut, seperti putih, pink, ungu, sedangkan untuk menyatakan belasungkawa umumnya digunakan warna kuning dan ungu.
Konsumen pasar dalam negeri adalah penggemar dan pecinta anggrek, pedagang keliling, pedagang pada kios di tempat-tempat tertentu dalam kota, perhotelan, perkantoran, gedung-gedung pertemuan, pengusaha pertamanan, toko bunga, florist, pesta-pesta dan perkawinan. Jenis-jenis anggrek yang banyak diminta pasar adalah Vanda DouglasDendrobium dan Golden Shower. Permintaan anggrek dalam negeri, selain dipenuhi oleh produksi dalam negeri juga dari produk impor untuk jenis-jenis tertentu, sepertiPhalaenopsis, dan Dendrobium.
Berdasarkan arahan Pusat penelitian Tanah dan Agroklimat ditentukan areal pertumbuhan komoditas anggrek di Sumatera Utara 20 ha, DKI Jakarta 51,8 ha, Jawa Barat 60 ha, Jawa Timur 100 ha, Kalimantan Timur 51,7 ha, Sulawesi Selatan 3,6 ha, dan Papua 99,4 ha. Anggrek dapat ditanam dalam kondisi lahan apapun, karena anggrek tidak memerlukan media tumbuh tanah. Yang perlu diperhatikan dalam pengembangan usaha anggrek terutama adalah kualitas dan pH air. Dalam pengembangan anggrek, berbagai tahapan strategis dilakukan mulai dari penyusunan paket teknologi dan SOP, GAP, standarisasi; sosialisasi dan bimbingan SOP dan GAP; bimbingan manajemen mutu dan pasca panen; pengembangan kawasan sentra; kelembagaan usaha dan kemitraan; peningkatan SDM sampai regulasi investasi dan promosi.
Pada perdagangan internasional sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai standar mutu, standar mutu lebih tergantung pada importir dari negara tujuan ekspor. Negara-negara tujuan ekspor memberikan syarat harus bebas dari OPT baik berupa hama, penyakit, maupun gulma. Importir menghendaki standar mutu/grade tertentu yang lebih dikaitkan dengan harga.
Sasaran periode tahun 2005 – 2010 adalah (1) tersedianya produk anggrek sebanyak 75.192.000 tangkai dan 16.166.628 pot pada tahun 2005 menjadi 89.692.000 tangkai dan 19.284.219 pot tahun 2010 sesuai standar mutu pasar domestik dan internasional (2) tersedianya sentra anggrek 187.98 ha pada tahun 2005 menjadi 224.23 ha pada tahun 2010.
Program pengembangan tanaman anggrek adalah (1) penyediaan varietas unggulan spesifik lokasi dibarengi dengan perbanyakan benih secara mericlonal untuk mendapatkan tanaman seragam, (2) penerapan SOP berbasis GAP, (3) Pengembangan kawasan sentra produksi berbasis pasar dan potensi daerah, (4) peningkatan kualitas SDM, (5) pengembangan kelembagaan on farm dan off farmdalam pola koperasi, korporasi manajemen dan konsorsium, (6) pengembangan jejaring dan jaringan kerja di dalam dan luar negeri, (7) Pengembangan sistem informasi, (8) Penataan data base dan penyusunan profil tanaman anggrek, (9) Promosi peluang usaha agribisnis anggrek.
Industri hulu perbenihan dilakukan hanya di pusat agribisnis anggrek DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatra Utara dan Sulawasi Selatan. Produk industri anggrek adalah bunga segar, industri hilir kurang berkembang, packing untuk ekspor hingga saat ini masih dilakukan oleh eksportir. Industri yang dikembangkan adalah anggrek bunga potong dan tanaman pot berbunga. Industri anggrek di Indonesia mempunyai berbagai skala usaha yaitu (1) UKM anggrek potong dengan skala usaha 1000 – 2500 m2 dan diperkirakan dapat menghasilkan 10.000 – 25.000 tangkai bunga; (2) usaha anggrek potong skala besar, dengan skala usaha 3000 m2 hingga lebih dari 1 ha, yang dapat menghasilkan bunga antara 30.000 sampai 100.000 tangkai; (3) usaha tanaman pot berbunga kecil menengah, dengan skala usaha 1000 – 25000 m2.
Dalam pengembangan industri anggrek dibutuhkan investasi pemerintah dan swasta. Investasi pemerintah dibutuhkan untuk mengembangkan infrastruktur, pembinaan, penelitian dan pengembangan. Untuk kurun waktu 5 tahun (2005 – 2010) diperkirakan kebutuhan dana sebesar Rp. 30 milyar untuk infrastruktur, Rp. 60 milyar untuk pembinaan dan Rp. 60 milyar untuk R & D. Sedangkan investasi yang dibutuhkan untuk industri swasta besar adalah Rp. 397,233 milyar. Laboratorium perbenihan membutuhkan investasi Rp. 7,56 milyar, usaha ini dilakukan oleh pemerintah atau usaha swasta besar.
Sasaran pengembangan diutamakan untuk peningkatan ekspor, sehingga diperlukan investasi besar dari swasta. Pengembangan ditingkat petani/komunitas dibutuhkan investasi sebesar Rp. 1,487 milyar untuk bunga potong dan Rp. 12,456 milyar untuk bunga pot. Bunga pot lebih banyak dikembangkan ditingkat petani/komunitas dengan skala UKM. Dengan pengembangan tersebut, diperkirakan terdapat pertambahan nilai Rp. 960 juta per ha yang diperoleh dari pertambahan nilai ekspor anggrek.
Dalam upaya menarik investasi dan pengembangan anggrek, dibutuhkan berbagai dukungan kebijakan, antara lain: kemudahan perijinan termasuk CITES, keringanan pajak, kemudahan cargo dan transportasi udara, penyediaan pendingin di bandara, kemudahan ekspor, pembebasan bea masuk untuk alat dan bahan-bahan kimia yang digunakan untuk pengembangan agribisnis anggrek dan membangun sistem kemitraan.

Read On 0 comments

Budidaya Krisan Bunga Potong

Thursday, June 12, 2008

I. Pendahuluan
Krisan atau dikenal juga dengan sebutan bunga seruni, merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan potensial untuk dikembangkan secara komersial. Di Indonesia, krisan biasa dibudidayakan di dataran medium dan dataran tinggi. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Asia Timur tepatnya daratan Cina. Belum ditemukan data atau informasi yang pasti tentang kapan tanaman krisan masuk ke wilayah Indonesia. Namun, beberapa literatur menunjukkan sekitar tahun 1800 krisan mulai ditanam di Indonesia dan sejak tahun 1940, krisan mulai dibudidayakan secara komersial sebagai tanaman hias. Beberapa daerah sentra produksi tanaman hias krisan di antaranya adalah Cipanas (Cianjur), Sukabumi, Lembang (Bandung), Bandungan (Jawa Tengah), Malang (Jawa Timur), dan Berastagi (Sumatera Utara). Pada saat ini krisan telah dibudidayakan di daerah-daerah lain, seperti NTB, Bali Sulawesi Utara dan Sumatera Selatan.

Pada perdagangan internasional tanaman hias, krisan merupakan komoditas bunga potong andalan yang penting. Pada tahun 2003, perdagangan komoditas ini di Indonesia mengalami surplus sekitar US $ satu juta. Ekspor komoditas non anggrek ini ke negara-negera tujuan seperti Hongkong, Jepang, Singapura dan Malaysia pun mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, dan proyeksi ekspor pada tahun 2007 diperkirakan mencapai sekitar US $ 15 juta (BPS, 2005). Sekalipun demikian, hingga saat ini pasokan krisan belum mencukupi kebutuhan permintaan dunia. Negara-negara penghasil utama krisan seperti Jepang dan Belanda hanya mensuplai kurang dari 60% dan kontribusi negara-negara penghasil krisan di Asia Tenggara seperti Indonesia hanya sekitar 10 % dari total permintaan dunia. Dengan demikian, peluang bisnis bunga krisan masih sangat menjanjikan. Peningkatan ekspor bunga krisan dengan mutu yang memadai ke pasaran internasional masih sangat terbuka lebar.

Kualitas dan mutu bunga adalah faktor yang sangat mempengaruhi harga jual bunga potong krisan. Banyak kasus menunjukkan bahwa bunga potong krisan yang dihasilkan oleh petani tradisional di Indonesia bermutu rendah. Hal ini berdampak terhadap harga jual bunga yang rendah dan tidak dapat menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan. Akibatnya, usahatani krisan menjadi tidak ekonomis dan kurang menguntungkan, sehingga banyak petani krisan mengalihkan usahanya pada bidang lain. Oleh karena itu, peningkatan produksi harus disertai dengan perbaikan teknologi budidaya untuk meningkatkan kualitas produksi hingga akhirnya diharapkan terjadi peningkatan harga jual produk. Perbaikan teknik budidaya ini dilakukan dengan menerapkan teknologi budidaya anjuran spesifik lokasi dan komponen-komponen lain dalam budidaya secara terpadu. Beberapa aspek budidaya tanaman krisan bunga potong akan dijelaskan pada bab-bab berikutnya beserta hal-hal yang melatar belakanginya.

Sumber : Budiarto, K.,Y. Sulyo, Ruud Maaswinkel dan S. Wuryaningsih. 2006. Budidaya krisan bunga ppotong: Prosedur sistem produksi.Jakarta. Puslitbanghorti. 60 hal. ISBN : 979-8842-20-0


Read On 0 comments

Popular Posts

Followers